Posted in Pengelolaan Seni Pertunjukan

Komitmen Organisasi Natya Lakshita (didik Ninik)

Pendahuluan

Sanggar Natyalakshita berdiri 2 Februari  1980 yang didirikan oleh Didik Nini Thowok dan organisasi ini bergerak dalam pelatihan kuursus dan entertainmen. Adapun tujuan dari organisasi ini yakni memajukan dunia tari, menghasilkan tari-tarian yang memilliki keunikan dan kekhasan tertentu, menyiapkan karya untuk melayani masyarakat yang membutuhkan hiburan tari, membuka kursus tari untuk masyarakat. Organisasi Natyalakshita memiliki 10 karyawan, dengan divisi-divisi sebagai berikut: keuangan, Dokumentasi, Marketing, Koregrafer, manager dan musik, Computer graphic, Design Graphic Property dan kostum. Pada kesempatan kali ini penulis akan menganalisis mengenai komitmen organisasi Natyalakshita dengan melakukan pendekatan teori motivasi.

Komitmen Organisasi Natyalakshita

Komitmen dalam organisasi merupakan suatu ikatan karyawan terhadap organisasi. Satu organisasi harus memiliki komitmen yang kuat dan jelas terhadap karyawannya agar mampu mencapai kepentingan organisasi. Luthnas (1992) membagi tiga mengenai defenisi komitmen organisasi: (1) keinginan yang kuat untuk menjadi anggota dalam suatu kelompok, (2) kemauan usaha yang tinggi untuk organisasi (3) suatu keyakinan tertentu dan penerimaan dan tujuan-tujuan organisasi.

Natyalakshita merupakan organisasi yang berbadan hukum. Setiap organisasi memiliki aturan-aturan yang telah disepakati bersama, STATUTA, AD/ART, atau PO. Berdasarkan observasi di sanggar Natyalakshita, karyawan-karyawan masuk pada jam 09.00-17.00 WIB. Setiap pagi sebelum karyawan mengawali kerja, mereka melakukan briefing untuk rencana kerja harian. Dan setelah jam pulang mereka mengadakan evaluasi kerja harian. Karyawan di organisasi Natyalakshita bekerja mulai dari hari senin-sabtu.

Komitmen yang ada dalam organisasi ini tertera pada pembagian kerja divisi-divisi. Masing-masing karyawan telah memiliki target yang akan dicapai. Jadi karyawan dalam Natyalakshita memiliki tanggung jawab kerja yang harus dilaksanakan sesuai dengan komitmen untuk mencapai kepentingan organisasi. Adapun pembagian kerja karyawan Natyalakshita adalah sebagai berikut:

Keuangan: KTP terbaru DNT, Kartu kredit dari semua Bank, SIUP, HO, NPWP (pribadi dan lembaga), Daftar laporan Keuangan, Akte kelahiran DNT, Akte ganti nama DNT, Akte Kelahiran DNT, Rek. Koran Bank, Pas Photo, Arsip data nota pengeluaran, Penanggung jawab: Pajak kantor, PBB dan Motor.

Komputer Grafis: Data Photo-photo, Data MDV, Data CD/VCD/DVD, Wibsite, Internet, Data-data semua desain, Hard disk external, Data Peralatan dokumentasi sanggar, Data inventaris computer, Penanggung jawab dokumentasi, Penanggung jawab desain grafis.

Dokumentasi: Peralatan dokumentasi sanggar, Data transfer MDV Hard Disk external, Data photo-photo transfer DVD data, Daftar list pemakain dokumentasi, Laporan transfer MDV dan photo.

Marketing: Jadwal Show DNT dan sanggar, Promosi DNT dan sangar, Surat Kontrak, Kwitansi pembayaran/pelunasan, Berita acara job show, Pasport DNT, Pas photo DNT, Arsip surat undangan pentas, HUT kota Indonesia, HUT/ event rutin perusahaan, Event rutin local (Yogyakarta), CV terbaru DNT, Absensi Karyawan.

Koreografi: Musik tari DNT dan sanggar, Sinopsis tari DNT dan sanggar, CV terbaru DNT, Data tarian DNT dan sanggar, Notasi iringan music tarian, Naskah scenario drama tari, Jadwal pertunjukan tari DNT dan sanggar (info), Daftar penari, Pengajaran LPK tari Natyalakshita.

Musik dan Kordinator: Budjet project-perencanaan, Daftar/ inventaris CD musik DNT dn sanggar, Berita acara job show, Peralatan musik pementasan, laporan hasil meeting harian sanggar, jadwal latihan pertunjukan, Pengajar kelas, Administrasi LPKTNL, Editing musik, konsultan kostum.

Kostum, property dan recording:  Data kostum DNT, Data Kostum sanggar, Data peralatan make up, Data WIG, Data asesories, List data daftar kostum pentas job show DNT, Laporan pemasukan/pengeluaran kostum, Data peralatan properti, Data rekaman kaset, data peralatan rekaman, Laporan pemasukan dan pengeluaran kaset.

Teori kebutuhan berprestasi McCelland

Dalam teori McCelland mengemukakan 3 motif yaitu, kekuasaan, afilasi, dan berprestasi yang dapat member pengaruh terhadap kerja. Namun pada tahapan ini penulis lebih terfokus pada motif berprestasi. Karena pada tahapan teori kebutuhan McCelland ini, mempertegas mengenai tanggung jawab setiap kerja individu.

Motif Berprestasi

Mengarah terhadap kepentingan masa depan dibandingkan masa lalu atau masa kini dan individu akan menjadi lebih kuat dalam menghadapi kegagalan karena dirinya dapat memperkirakan situasi yang akan datang untuk memperoleh prestasi yang lebih bai dalam bekerja. Dan individu akan mengerjakan sesuatau yang gigih dan resiko pekerjaannya adalah moderat.

Pembahasan

Berdasarkan pembagian kerja di atas, setiap divisi memiliki pekerjaan dan harus dicapai sesuai dengan perencanaan yang disepakati bersama. Dan ini sudah menjadi komitmen organisasi Natyalakshita, setiap divisi mempunyai kerja dua arah. Pertama bergerak di bidang Pelatihan Kursus, yang kedua bergerak dibidang entertainment.

Mengamati pembagian kerja dalam organisasi Natyalakshita dengan melihat karyawan yang hanya 10 orang, apakah mampu menjalani komitmen dalam organisasi ini. Dari hasil wawancara dengan Mas Didik, karyawan-karyawannya sangat antusias dalam pekerjaan yang telah diberikan. Mereka tetap bertanggung jawab dengan pekerjaannya masing-masing.

Memang dalam organisasi  ini sebagian karyawannya belum menjadi pegawai tetap. Dan setiap karyawan masih terikat dengan kontrak kerja. Adanya kontrak dalam organisasi ini menjadikan karyawan bertanggung jawab dengan kerjanya masing-masing demi kepentingan organisasi. Mengaitkan antara teori dengan  observasi penulis pada Natyalakshita, karyawannya sangat memegang teguh komitmen dalam organisasi. Dengan mengadakan briefing setiap paginya dan evaluasi sebelum waktu pulang, pakaian dinas harian, ini menandakan bahwa adanya kepedulian terhadap masing-masing kerja untuk tujuan bersama.

 

Dalam pembahasan di atas organisasi Ntyalakshita secara teori hanya menggunanakan motif berprestasi McCelland.

 

Sebagai kesimpulan sementara, secara fisik bahwa Natyalakshita memiliki komitmen organisasi yang kuat. Teori dorongan McCelland pada motif  berprestasi, dapat diaplikasikan dalam organisasi Natyalashita mengenai komitmen organisasi.

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Sutarto Wijono, 2011. Psikologi Industri & Organisasi (Dalam Suatu Bidang Gerak Psikologi Sumber Daya Manusia), Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Edy Sutrisno, 2010. Budaya Organisasi, Jakarta:  Kencana Perdana Media Goup

 

Penulis:

Proses merubah sesuatu menjadi berarti

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s