Posted in Interpretasi

PERANANMASYARAKAT TERHADAP KELEMBAGAAN DAN TEKNLOGI DALAM PROSES PRODUKSI MUSIK TRADISI

PERANANMASYARAKAT TERHADAP KELEMBAGAAN DAN TEKNLOGI DALAM PROSES PRODUKSI MUSIK TRADISI

Masyaraakat adalah sehimpunan/sekumpulan manusia-manusia yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan ikatan-ikatan, aturan-aturan tertentu. Masyarakat” adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan merupakan sistem sosial yang pengaruh-mempengaruhi satu sama lain (Shadily, 1980: 31; Soekanto, 1993: 466). Peranan masyarakat yang kita  meliputi, peranan pembatasan (limiting) dan peranan pendukung (enabling). Pada tulisan kali ini akan membahas tentang peranan masyarakat (pembatasan dan pendukung) terhadap kelembagaan dan teknologi dalam  proses prduksi musik.

Essai ini akan membahas tentang peranan masyarakat terhadap kelembagaan dan teknologi dalam proses produksi musik. Dan yang kedua peranan pendukung masyarakat terhadap kelembagaan dan teknologi dalam proses produkssi musik. Hal ini bertujuan agar penulis dapat mengetahui apa saja yang didukung oleh masayarakat dan dibatasi dalam proses produksi musik.

Agar pembahasan lebih terarah penulis mencoba menggunakan dua rumusan masalah yang berangkat dari judul. Yang pertama : Bagaimana peranan pembatasan masyarakat terhadap kelembagaan dan teknologi dalam proses produksi musik? Yang kedua: Bagaimana peranan pendukung masyarakat terhadap kelembagaan dan teknologi dalam proses produksi musik?.

Bagaimana peranan pembatasan (limiting) masyarakat terhadap kelembagaan dan teknologi dalam proses produksi musik tradisional?

Seperti yang telah di katakan di atas masyarakat adalah sekumpulan manusia-manusia yang hidup bersama dalam suatu tempat dengan ikatan-ikatan dan atura tertentu. Merujuk dari arti masyarakat di dalamnya terdapat ikatan-ikatan dan aturan-aturan. Timbul pertanyaan-pertanyaan, aturan-aturan seperti apa di dalam masyarakat? Ikatan yang seperti apa?. Telah kita ketahui bersama bahwa dalam pembahasan ini masyarakat mempunyai peranan pembatasan terhadap teknologi dan kelembagaan. Muncul lagi beberapa pertaanyaan, dimana letak pembatasan masyarakat terhadap teknologi dan kelembagaan? Bagaimana masyarakat melakukan pembatasan terhadap teknologi dan kelembagaan ? Apa yang di batasi masyarakat terhadap teknologi dan kelembagaan? Tentunya pertanyaan-pertanyaan ini bersangkutan dengan proses produksi musik tradisi.

Masyarakat tentunya mempunyai peranan yang sanagat penting dalam hal proses produksi. Dalam proses produksi musik tradisional masyarakat akan melalukakan pembatasan terhadap kelembagaan dan teknologi. Lembaga sosial merupakan satuan norma khusus yang menata serangkaian tindakan yang berpola untuk keperluan khusus manusia dalam kehidupan bermasyarakat (Koentjaraningrat). Kelembagaan adalah merupakan salah satu wadah bagi masyarakat mengembangkan potensinya atau bisa dikatakan pengembangan skill. Lembaga juga merupakan salah satu penyalur produksi seni (dalam hal ini musik tradisional). Teknologi merupakan sebuah sarana untuk memudahkan manusia melakukan segala sesuatu.

Masyarakat memiliki aturan-aturan yang telah disepakati bersama, entah itu aturan yang beerhubungan dengan kebudayaan, aturan yang berada dalam lingkungan setempat dan aturan dalam berkeluarga. Peranan pembatasan yang dimaksudkan dalam pembahasan ini yakni masyarakat akan melakukan pembatasan produksi dengan mempertimbangkan hal-hal yang menyakngkut dengan aturan-aturan yang berlaku.

Kelembagaan yang memproduksi musik tradisional merupakan wadah untuk masyarakat mengembangkan wawasannya tentang musik tradisi. Masyarakat melakukan pembatasan dalam kelembagaan dengan alasan masyarakat mempunyai aturan-aturan. Masyarakat akan membatasi hal-hal yang menyangkut dengan tradisional. Telah diketahui masyarakat terbagi dua yakni, masyarakat modern dan masyarakat tradisi. Masyarakat modern akan melihat dari perubahan apa yang akan dilakukan terhadap proses prduksi musik tradisi. Dikala proses produksi itu senidiri tidak merubah konvensinya, masyarakat moderen akan melakukaan pembatasan terhadap kelembagaan. Sedangkan masyarakat tradisi akan melakukan pembatasan kelembagaan dalam proses produksi musik tradisi dengan melihat konvensi-konvensinya sebagai ketetaapan. Masyarakat tradisi akan melihat secara detil tentang proses produksi musik tradisi ini. Apakah sudah seesuai dengan yang berlaku atau tidak. Ketika tidak sesuai maka masyarakat tradisi akam membatasi kelembagaan dalam proses produksi musik tradisi.

Teknologi merupakan unsur dari proses produksi musik tradisi. Pembatasan masyarakat modern terhadaap teknlogi adalah melihat dari unsur teknik, instrumen dan lain-lain. Saat proses prduksi musik tradisi menilai teknik dan instrumen yang digunakan tak berubah maka massyarakat modern akan membatasinya. Sedangkan masyarakat tradisi membatasi teknologi yang berubah.

Dari cara pandang diatas penulis mengambil peranan pembatasan masyarakat modern dan masyarakat tradisi. Masyarakat modern membatasi kelembagaan dan teknologi dalam proses produksi musik tradisi dari sisi  konvensi-konvensi yang tidak berubah. Sedangkan masyarakat tradisi membatasi dari sisi konbensi-konvensi yang berubah.

Bagaimana peranan pendukung masyarakat terhadap kelembagaan dan teknologi dalam proses produksi musik tradisi?

Jika dalm peranan pembatasan masyarakat adalah hal-hal yang menyimpang ari aturan-aturan yang telah disepakati, maka peranan pendukung masyarakat terhadap kelembagaan dan teknologi adalah hal-hal yang konvensional.

Masyarakat moderen akan melakukan dukungan terhadap kelembagaan dalam proses produksi musik tradisi, ketika konvensi-konvensi itu berubah. Sekali lagi penulis mempertegas tentang kelembagaan yang merupakan wadah untuk mengembangkan skill dan lain-lain. Masyarakat modern akan mendukung ketika kelembagaan mampu melihat apa yang “berkembang” pada saat ini. Berbeda pada masyarakat tradisi yang mempertahankan konvensinya. Mereka akan mendukung kelembagaan yang tidak merubah aturan-aturan dalam musik tradisi tersebut.

Dalam teknologi masyarakat moderen akan mendukung proses produksi musik tradisi ketika konvensi-konvensi dari teknologi itu di rubah. Namun bukan merubah dalam hal keseluruhan, bisa saja dari instrumen yang menggunakan elektrik. Masyarakat modern akan mendukung hal ini. Berbeda lagi dengan masyarakat tradisi, mereka mendukung dengan mempertahankan konvensinya.

Dari paparan diatas penulis akan mengambil kesimpulan bahwa peranan pembatasan dan pendukung masyarakat bukan sesuatu pengelompkan. Sebagai contoh Kraton, masyarakat yang berada di dalamnya akan membatasi hal-hal moderen. Karena kraton merupakan mempunyai aturan-aturan yang harus dijalankan. Namun masyarakat kraton juga tidak membatasi masyarakat yang diluar dari kraton itu sendiri untuk melakukan hal yang sama dengan yang di dalam kraton.

Peranan pembatasan masyarakat tergantung dari masyaraktnya sendiri, ketika masyarakat moderen membatasi sesuatu akan memandang dari sudut perubahan yang dilakukan. Sedangkan pada masyarakat tradsi membatasi hal-hal  yang berubah dari konvensinya.

Peranan pembatsan masyarakat juga tergantung pada masyarakatnya sendiri, masyarakat modern akan mendukung ketika proses produksi itu berubah. Berbeda dengan masyarakat  tradisi akan mendukung ketika konvensinya tidak berubah.

Penulis:

Proses merubah sesuatu menjadi berarti

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s