Posted in Pengelolaan Seni Pertunjukan

BIOGRAFI Haryudi

 

Biografi Haryudi RahamanIMG00041-20120923-2134

Haryudi Rahaman adalah sosok yang sangat aktif dalam bidang pengelolaan seni pertunjukan. Sudah beberapa event-event yang diselenggarakan khususnya di Makassar. Seperti pengelolaan konser-konser tugas akhir mahasiswa programstudi musik dan tugas akhir tari. Sebelum terjun sebagai orang yang dipercayakan dalam pengelolaan, memang dia juga aktif dalam organisasi internal dan eksternal kampus. Bekerjasama sudah menjadi hal yang biasa buat figur yang akrab di panggil yudi ini. Berdasarkan empiris dari berorganisasi inilah yang diaplikasikan dalam pengelolaannya. Dari tahun 2006 mulailah mengelola konser yang pertama dengan tema “Untuk Satu Cinta”. Konser ini dipersiapkan betul-betul secara matang demi membangun kepercayaannya kepada orang-orang yang mempunyai kepentingan dalam kegiatan tersebut. Setelah memperoleh kesuksesan pertama, yudi juga aktif bermain gitar klasik ini memmiliki citra yang baik di dalam kampus. Output dari suksesnya kegiatan tersebut mendatangkan input yang berkelanjutan. Akhirnya setiap jurusan SENDRATASIK yang akan menggelar ujiannya tanggung jawab diberikan sepenuhnya oleh Haryudi.

Anak ke-4 dari lima bersaudara ini, beberapa tahun terakhir juga menyelenggarakan event-event yang berkaitan dengan pemerintah. Makassar Art Moment salah satu event pemerintah pariwisata Makassar, yang menjadi kegiatan tahunan untuk kebutuhan pariwisata. Dengan menggelar beberapa elemen-elemen kesenian yakni pameran seni rupa, pasar seni, pertunjukan seni dan seminar yang berkaitan dengan seni. Meskipun tidak menjadi orang yang pertama, Yudi tetap gigih melaksanakan tanggung jawabnya di budang pertunjukan. Bekerjasama dengan pemerintah merupakan pengalaman yang menarik buat dirinya.

Setelah menyelesaikan studi di Universitas Negeri Makassar, pria yang punya hobi minum kopi sambil berdiskusi melanjutkan pendidikannya di ISI Yogyakarta salah satu perguruan negeri seni ternama di Indonesia. Jurusan Magister Tatakelola Seni menjadi pilihannya untuk melanjutkan bakatnya di bidang pengelolaan seni pertunjukan. Dengan itu, Yudi membuka diri dan harus mampu beradaptasi dengan kebudayaan yang asing baginya. Meskipun tak mampu menggunakan bahasa jawa, tapi dengan keterbukaannya dia tetap tidak harus merasa asing ditengah-tengah pembicaraan yang dia tidak mengerti sama sekali. Namun demikian pengaruh lingkunngan sangatlah berpengaruh, meskipun tak mampu mengucapkan semua bahasa Jawa tapi dia mulai memahami dan mengerti.

Proses pendidikannya berjalan dengan baik, berkumpul bersama teman-temannya dan berdiskusi mengenai pengelolaan, buku, budaya dan mengenai issu-issu baru mengenai perkembangan seni pertunjukan. Di kota yang penuh dengan warna-warni kesenian ini Yudi pernah mengelola salah satu tugas akhir dari mahasiswa Pascasarjana ISI jurusan Penciptaan Musik dan Tari. Tidak jauh beda dengan kebiasaan yang dilakukan di Makassar pada saat kuliah S1. Namun yang membedakan hanyalah budaya, Yudi berusaha memahami karakter masyarakat di sana ketika mengapresiasi sebuah pertunjukan dan memahami individu yang terlibat dalam pengelolaan.

Di tengah-tengah proses pengelolaan ini, pemerintah pariwisata Yogyakarta memberikan tanggung jawab pengelolaan Festival Kesenia Yogyakarta 2012 kepada Mahasiswa Magister Tatakelola Seni. Dalam proses ini dia sempat dilema dengan dua pengelolaan, yang satu untuk pemerintah dan yang satunya lagi untuk mahasiswa. Posisi pada saat itu sebagai pimpinan produksi di pengelolaan ujian akhir. Namun akhirnya dia memilih untuk lebih fokus ke pertunjukan ujian akhir tersebut. Dia  juga meyakini bahwa setiap pilihan itu mempunyai konsekuensi dan memang pada saat itu kondisi mengharuskan untuk memilih salah satu dari kegiatan tersebut. Tetapi dia tetap memberikan kontribusi terhadap FKY2012 dengan tidak menjadi pelaksana inti.

Selain bermain gitar pria yang dulunya tidak punya dukungan di dalam keluarga mengenai seni, bernyanyi merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan semenjak kecil. Diumur 5 tahun Ibunya yang bernama Hj. Mastura sibuk dengan pendidikannya untuk kenaikan golongan di salah satu Taman Kanak-Kanak Kabupaten Bone Sulawesi Selatan. Semenjak itu anak berdarah bugis ini, di jaga oleh seorang nenek yang tinggal di samping rumah. Nenek inilah yang membuka jalan mengenai seni suara, mengajarkan lagu-lagu tradisional bugis menjadi Yudi bangga akan kesenian tradisionalnya sendiri.

Sejak dari kecil bakat seninya memang sudah ada, menyanyikan lagu-lagu tradisional dan popular pada zamannya. Kemudian bakatnya diperdalam dengan melakukan latihan, mengikuti kegiatan-kegiatan sekolah yang berkaitan dengan seni. Di lingkungan tempatnya bergaul juga menjadikan bakat bernyanyi lebih terlatih.

Masuklah dia di Universitas Negeri Makassar yang menampung bakatnya di jalur kesenian. Meskipun gelar sarjananya adalah pendidikan, tetapi dia sangat ingin memperdalam ilmunya dibidang seni. Sosok yang ingin belajar, berusaha, dan berani mengambil keputusan itulah dirinya.

Penulis:

Proses merubah sesuatu menjadi berarti

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s